Tuesday, August 14, 2012

Jika Belari Terlalu Cepat, Berjalanlah

    Tidak dipungkiri tiap individu memeiliki rasa jenuh hungga memunculkan keinginan untuk berlari menghindari bahkan memperjauh diri dari situasi yang ada. Saat berada dalam massa itu, sekian dari kita mengharapkan waktu berlalu cepat tanpa keberadaan kita didalamnya.

    Tiada perduli anggapan minus tentang pertanggungjawaban ataupun diberi label pecundang yang lari dari kenyataan.
    Ah ! tak terpikirkan lagi.

    Disini kita mencoba berlari, terkadang laju berirama terlalu cepat tanpa memperdulikan kemana arah tujuan, menjauhi semua (yang belum waktunya ditinggalkan). Pada waktu kita terenggah, barulah sadar untuk apa terus berlari jika pada kenyataannya semakin jauh kita berlari semakin sampai pada masalah selanjutnya, mungkin justru semakin pekik dan runyam.

    Bukankah dengan berlari kencang justru menambah kemungkinan untuk terjatuh. Belum lagi jika jalur yang ditempuh merupakan arah yang salah. Tentunya akan semakin sulit untuk kembali, sebab panjangnya lintasan kesalahan yang terlanjur dilangkahkan.

    Lebih bijak rasanya jika melalui semua dengan cara berjalan. Ya, terkadang berlari kecil lalu berhenti dan berjalan kembali. Tak akan ada moment yang terlewat. Meski terkadang ada saja duri yang menusuk jemari, namun wanginya bunga sudah cukup menjadi penawarnya.

    No comments:

    Post a Comment